Assalamualaikum….
Berakhirnya Ramadhan pasti semua hati terasa sayu dan sedih…umur yang makin meningkat menyebabkan kekadang terlintas di fikiran..masih sempatkah diraih Ramadhan yang mendatang???..sahabat2 Rasulullah jugak macam tu…bulan yang penuh keberkahan..di dalamnya Al Quran diturunkan…ibadah Rasulullah diperbanyakkan dalam bulan tersebut..
tiba2 hati sayu mengingatkan Rasulullah…memikirkan betapa kuat dan cekalnya baginda memikul amanat dari ALLAH…biarpun dijanjikan syurga namun air matanya tetap mengalir mengenangkan nasib umatnya..siapa umatnya??kitalah…kita yang seringkali lupa dan alpa…gembira dan selalu tersenyum…kalau menangis pun jarang sekali niatnya kerana ALLAH…berdakwah sekalipun masih ada riak dalam hati…Na’uzubillah…kenapa tak mampu kami jadi seikhlas Rasulullah…setaat Ali malah seteguh Umar?jawapannya hanya ada pada iman…
Kali ni sama2 kita kenal Rasulullah…tak kenal maka tak cinta
kan
? Jarang sekali kita dengar tentang rupa paras Rasulullah..kenapa??kerana peribadinya yang terlalu mulia itu menutup kekacakan paras rupanya…malah kalau tak silap saya, Rasullah lebih kacak daripada Nabi Yusuf tapi disebabkan orang selalu melihatkan keperibadiaannya…maka jarang sekali orang berbicara tentang betapa tampannya Rasulullah…betulkan saya jika tersalah…
KENALLAH RASULULLAH..MOGA BERTAMBAH KECINTAAN KITA UNTUK BERTEMU KEKASIH ALLAH INI…
BENTUK TUBUH RASULULLAH SAW- Syamail Muhamadiyah
1. Dalam satu riwayat yang bersumber dariAnas bin Malik J) r.a. diceritakan sebagai berikut:
Rasulullah saw. bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak pula pendek. Kulitnya tidak putih buleh juga tidak sawo matang. Rambutnya ikal, tidak terlalu keriting dan tidak pula lurus kaku. Beliau diangkat Allah (menjadi Rasul) dalam usia empat puluh tahun. Beliau tinggal di Mekah (sebagai Rasul) sepuluh tahun dan di Madinah sepuluh tahun. Beliau pulang ke Rahmatullah dalam usia enam puluh tahun2). Pada kepala dan janggutnya tidak terdapat sampai dua puluh helai rambut yang telah berwarna putih (uban).3)
(Diriwayatkan oleh Abu Raja* Qutaibah bin Sa’id, dari Malik bin Anas, dari Rabi’ah bin Abi ‘Abdurrahman, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.).
2. Demikian pula Anas bin Malik r.a. pernah bercerita perihal bentuk tubuh Rasulullah saw. sebagai berikut:
Rasulullah saw. mempunyai bentuk tubuh yang sedang, tidak tinggi dan tidak pula pendek serta bentuk tubuhnya bagus. Rambutnya tidak terlalu keriting dan tidak pula lurus kaku dan kehitam-hitaman warnanya (rambutnya). Bila beliau berjalan, maka jalannya cepat.4)
(Diriwayatkan oleh Hamid bin M is’adah al-Bashri, yang didengar-nya dari ‘Abdul Wahab as-Tsaqafi dari Hamid yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.).
3. Dalam riwayat lain yang bersumber dari al-Bara bin ‘Azib r.a.5) diceritakan :
Rasulullah saw. adalah seorang pria yang berperawakan sedang, bahunya bidang. Rambutnya yang lebat mencapai daun telinganya. Bila beliau mengenakan pakaian merah, tiada seorang pun yang pernah kulihat lebih tampan daripadanya.6)
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar al-’Abdi, dari Muham-mad bin Ja’far, dari Syu’bah, dari Abi Ishaq, yang bersumber dari al-Bara bin’Azib r.a.).
4. Masih bersumber dari al-Bara bin’Azib r.a., ia mengungkapkan :
Aku tak pernah melihat orang yang berambut panjang terurus rapi, dengan mengenakan pakaian merah, yang lebih tampan dari Rasulullah saw. Rambutnya mencapai kedua bahunya. Kedua bahunya bidang. Beliau bukanlah seorang yang berperawakan pendek dan tidak pula terlampau tinggi.7)
(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Waki’, dari Sufyan, dari Abi Ishaq, yang bersumber dari al-Bara bin ‘Azib r.a.).
nota kaki
1). Anas bin Malik r.a. adalah Abu Nadhr Anas bin Malik al-Anshari al-Bukhari al-Khazraji. la tinggal bersama Rasulullah saw. dan membantu beliau selama sepuluh tahun. Dan ia merupakan shahabat yang paling akhir meninggal dunia di Bashrah, yaitu pada tahun 71 H.
2). Perawi menghilangkan bilangan satuannya dari puluhan (digenap-kan). Karena kebanyakan riwayat menyatakan bahwa Rasulullah saw. tinggal di Mekah sebagai Rasul 13 tahun, dan wafat pada usia 63 tahun.
3). Hadits yang serupa dikeluarkan pula oleh Bukhari pada bab "Sifat-sifat Rasulullah saw." dan pada bab "Pakaian". Sedangkan dalam Shahih Muslim terdapat pada bab "Keutamaan", dan dalam Sunan Tirmidzi, pada bab "Pakaian", Hadits no. 1754, bab "Manaqib", Hadits no. 3627. Nasai selain bab "Perhiasan".
4). Hadits yang serupa dikeluarkan pula oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, bab "Sifat-sifat Nabi saw." dan bab ‘Pakaian". Pada Shahih Muslim terdapat pada bab "Keutamaan Nabi saw." perihal sifat rambut Rasulullah saw., Hadits no. 2338. Dalam sunau Tirmidzi, bab "Pakaian", Hadits no. 1754, juga dalam "Manaqib", Hadits no. 3627, dalam Sunan Nasai, bab. "Perhiasan" dan Imam Malik bab "Jami". •
5). Ia adalah sahabat Nabi saw.
6). Hadits yang serupa terdapat pula dalam Shahih Bukhari, dan ( Shahih Muslim, pada bab "Keutamaan Nabi saw.", Hadits no. 2337, dlm Sunan Abu Daud, pada bab "Pakaian". Hadits no. 4072, juga terdapat dalam Sunan Nasai, dan Sunan Ibnu Majah, Hadits no. 3699, dan pada Sunan Tirmidzi, Hadits no. 1724.
7). Ibid
KHATAMUN-NABI
15. Dalam suatu riwayat yang bersumber dari as-Sa’ib bin Yazid r.a. dikemukakan :
"Bibikul) membawa aku untuk menemui Nabi saw., lantas ia berkata kepada Rasulullah saw.: “Ya Rasulullah, keponakanku ini sakit.”
Ketika itu Rasulullah saw. menyapu kepalaku (as-Sa’ib), mendo’akan keberkahan untukku dan berwudhu. Air sisa wudhunya lalu ku minum. Setelah itu aku berdiri di belakangnya; aku memandang kepada khatam (tanda) yang terletak di antara kedua bahunya. Ternyata khatam itu sebesar telur burung dara."
(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id dari Hatim bin Ismail, dari Ja’d bin ‘Abdurrahman yang bersumber dari Sa’ib bin Yazid r.a.)
16. Dalam suatu riwayat, Jabir bin Samurah r.a. mengemukakan perihal Khatamun-Nabi sebagai berikut :
"Aku pernah melihat khatam (kenabian)…. la terletak di antara kedua bahu Rasulullah saw. Bentuknya seperti sepotong daging berwarna merah sebesar telur burung dara".2)
(Diriwayatkan oleh Sa’id bin Ya’qub at-Thalaqani dari Ayub bin Jabir, dari Simak bin Harb yang bersumber dari Jabir bin Samurah r.a.)
17. Seorang wanita bernama Rumaitsah3) bercerita kepada cucunya, yaitu Ashim bin ‘Umar r.a. sebagai berikut:
“Waktu aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, aku duduk berdampingan dengan beliau saw., begitu dekatnya, seandainya aku mau mengecup tanda kenabian yang terletak di antara kedua bahunya, tentu dapat kulakukan. Adapun sabda beliau yang ditujukan kepada Sa’ad bin Mu’adz di kala ia meninggal dunia itu ialah: ‘Bergoncang Arasy Allah yang Maha Rahman karenanya (karena kematian Sa’ad)”4)
(Diriwayatkan oleh Abu Mush’ab al-Madini, dari Yusuf bin al-Majisyun, dari bapaknya, dari ‘Ashim bin ‘Umar bin Qatadah, yang bersumber dari neneknya, yaitu Rumaitsah).
Nota kaki
1) Saudari ibunya
2) Hadits yang semakna terdapat pula dalam Shahih Muslim, bab "Keutamaan, Nabi saw.", Hadits no. 2344, dan dalam Sunan Tirmidzi pada bab "Manaqib", Hadits no. 3647.
3) Rumaitsah adalah puteri ‘Amr bin Hisyam bin ‘Abdul Muthalib.
4) Hadits semacam ini terdapat pula dalam Sunan Tirmidzi, bab “Manaqib", demikian pula dikeluarkan oleh Syaikhani dan Ibnu Majah.
As’kum semua
.. Abu Buraidah r.a. menceritakan tentang pengalaman Salman al-Farisi sebagai berikut :
"Salman al-Farisi datang membawa baki berisi kurma kepada Rasulullah saw., (sewaktu ia baru tiba di Madinah). Baki itu diletakkannya di hadapan Rasulullaw saw.
Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Salman! Apa ini?”
Salman menjawab: “Ini sedekah buat anda dan shahabat anda.”
Rasulullah saw. bersabda: “Angkatlah ini dari sini, kami tak makan sedekah.”
Baki itu pun diangkat oleh Salman.
Keesokan harinya, ia datang
lagi dengan membawa makanan yang serupa dan diletakkan di hadapan Rasulullah saw.
Rasulullah saw. bersabda: “Apakah ini wahai Salman?”
Salman menjawab: “Ini adalah hadiah buat tuan.”
Rasulullah saw. bersabda kepada para shahabatnya: “Hidangkanlah!”
Kemudian Salman memperhatikan Khatam yang terletak di punggung Rasulullah saw. (bagian belakang badannya sebelah atas), maka ia pun (Salman) menyatakan keimanannya kepada beliau. Salman r.a. adalah budak seorang Yahudi, maka oleh Rasulullah saw. ia dibeli dengan beberapa dirham, yakni dengan cara mengupah menanam pohon kurma.7) Salman bekerja di kebun itu sampai pohon-pohon kurma itu berbuah. Rasulullah saw. membantunya menanam pohon-pohon itu. Di antaranya ada sebatang pohon yang ditanam ‘Umar r.a. Pohon-pohon itu tumbuh dengan subur, kecuali sebatang pohon yang mati. Rasulullah saw. bersabda: “Kenapa pohon yang satu ini?” Umar r.a. menjawab: “Wahai Rasulullah, sayalah yang menanamnya” Rasulullah saw. pun mencabutnya, kemudian menanaminya lagi, dan tumbuhlah dengan baik.8)
(Diriwayatkan oleh Abu ‘Ammar bin Harits al-Khuza’i, dari ‘Ali bin Husein bin Waqid, dari ‘Abdullah bin Buraidah, yang bersumber dari Abu Buraidah r.a.)
21. Abu Nadlrah al-’Aufi pernah bertanya kepada Abi Sa’id al-Khudri perihal Khatam. Inilah ceritanya:
"Aku bertanya kepada Abu Said al-Khudri perihal Khatam Kenabian Rasulullah saw. la menjawab: “Khatam itu di bagian belakang badan Rasulullah saw., merupakan daging yang menyembul".
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Bisyr bin al-Wadlah, dari Abu ‘Aqil ad-Dauraqi yang bersumber dari Abu Nadlrah al-’Aufi)
22. ‘Abdullah bin Sirjis9) menceritakan pengalamannya tatkala bersama Rasulullah saw. :
"Aku datang menghadap Rasulullah saw. sewaktu beliau sedang berada di antara para shahabat-shahabatnya. Aku berkeliling sedemikian rupa di belakangnya. Rupanya beliau pun mengerti apa yang kuinginkan, maka beliau molepaskan selendang dari punggungnya, kemudian terlihatlah olehku tempat Khatam Kenabian yang berada di antara kedua bahunya sebesar genggaman tangan, di sekitarnya terdapat tahi lalat, seakan-akan kumpulan jerawat. Sebelum aku kembali, aku menghadap dulu kepada Rasulullah saw., kemudian kukatakan: “Wahal Rasulullah, semoga Allah swt. melimpahkan maghfirah-Nya kepada tuan!” Beliau pun menjawab: “Bagimu juga”. Orang-orang (yang berada) ketika itu bertanya: “Apakah Rasulullah saw. memohonkan ampunan untukmu?’ la menjawab: “Ya, dan juga untuk kalian!” Kemudian ia membaca ayat:
‘Dan mohonlah ampun karena dosamu dan mohonkanlah ampun untuk orang-orang Mu’min, laki-laki dan perempuan."(Q.S. 47 Muhammad: 19).10)
(Diriwayatkan oleh Ahmad bin al-Muqaddam "Abul Asy’ats al-’Ajali al-Bashri, dari Hammad bin Zaid dari ‘Ashim al-Ahwal, yang bersumber dari ‘Abdullah bin Sirjis)
NOTA KAKI
7) Pada suatu riwayat disebutkan bahwa tebusannya itu berupa menanam 300 pohon kurma sampai tumbuh dengan baik, ditambah dengan 40 ugia emas. Para shahabat membantu Salman dengan benih pohon kurma Rasulullah saw. sendiri ikut menanamnya, sedangkan yang menyediakan
emas adalah seorang shahabat.
Salman tak dapat mengikuti jihad Badar, Uhud dan sebagainya. la baru ikut berjihad pada jihad Khandaq. Hal itu disebabkan ia masih berstatus budak milik orang Yahudi, walaupun kala itu ia telah memeluk Agama Islam.
Isnadnya kuat, kecuali ‘Ali bin Husein bin Waqid yang menurut Abu Hatim, periwayatannya dhaif. Sedangkan menurut Nasai, periwayatannya tidak dipersoalkan (dapat diterima).
9) ‘Abdullah bin Sirjis al-Mizani atau disebut pula al-Makhzumi adalah shahabat Rasulullah saw. yang tinggal di Bashrah.
10) Hadits semacam ini terdapat pula dalam Shahih Muslim, bab "Keutamaan Nabi saw.", Hadits no. 2346.
SELAWAT
Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa, "Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.
Berkata Jibril A.S. : "Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar."
Berkata pula Mikail A.S. : "Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu."
Berkata pula Israfil A.S. : "Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu."
Malaikat Izrail A.S pula berkata : "Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi."
Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.
Dengan kisah yang dikemukakan ini, diharap semua kita tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.